Kronik Aksi AGRARIA Yang Direpresif Oleh Aparat Keamanan



Kronik Aksi AGRARIA Yang Direpresif Oleh Aparat Keamanan

Selasa (24/9) pukul 11.10 WITA, ratusan mahasiswa Universitas Hasanuddin (Unhas) yang tergabung dalam Aliansi Gerakan Merah Peduli Rakyat (AGRARIA) berkumpul di depan Masjid Kampus Unhas untuk melakukan aksi protes kepada pemerintah dimana aksi ini sejatinya dilakukan serentak di seluruh wilayah di Indonesia untuk menentang kebijakan-kebijakan serta rancangan undang-undang yang tidak pro-rakyat seperti RKUHP, RUU Perkelapasawitan, RUU Minerba dll.

Massa aksi yang berasal dari beberapa fakultas di kampus merah melakukan long march menuju kantor DPRD Provinsi Sulawesi Selatan untuk bergabung dengan mahasiswa dari kampus lain di Makassar yang lebih dahulu sampai. Ketika perjalanan yang sudah memakan waktu sekitar 2 jam, tepatnya di fly over, massa dihadang oleh pihak keamanan (Polisi) dan disambut dengan tembakan gas air mata yang ditembakkan berkali-kali untuk memukul mundur massa aksi. Mahasiswa yang hanya bermodalkan pasta gigi, masker dan kacamata tidak mampu menahan perihnya gas air mata masuk dan berlindung di dalam kampus Universitas Bosowa (Unibos).

Selang beberapa saat tepatnya pukul 15.36 WITA, massa kembali berkumpul di depan Unibos dan bergerak menuju titik aksi melalui jalur bawah fly over hingga berhasil sampai di depan kantor DPRD Sulsel. Perwakilan dari setiap organ yang tergabung dalam aksi melakukan orasi untuk membakar semangat massa peserta aksi sambil menyerukan penolakan terhadap undang-undang yang tidak pro terhadap rakyat. Ribuan mahasiswa kemudian mencoba merengsek masuk ke dalam kantor DPRD dengan merobohkan pagar. Sesaat ketika pagar dirobohkan (sekitar pukul 16.17 WITA), massa disambut dengan lemparan batu yang arahnya berasal dari dalam kantor. Massa aksi yang panik kemudian lari berhamburan ke berbagai arah dan dilanjukan dengan penembakkan gas air mata dan juga water cannon oleh aparat kepolisian.

Dampak dari pelemparan yang diarahkan ke massa aksi mengakibatkan banyak mahasiswa yang terluka khususnya di daerah kepala, mahasiswa yang terluka ataupun pingsan kemudian dibawa ke beberapa rumah sakit terdekat. Dalam insiden tersebut, polisi juga menangkap paksa dengan menggunakan cara-cara kekerasan kepada beberapa mahasiswa dan kemudian dibawa ke dalam kantor DPRD Sulsel.

Setelah dilakukan pencarian informasi, ternyata terdapat 6 orang mahasiswa Unhas yang menjadi korban penangkapan aparat kepolisian dengan rincian 3 orang dari Fakultas Kehutanan, satu orang dari Fisipol, satu orang dari Fakultas Pertanian dan satu orang dari Fakultas Teknik. Massa aksi yang tergabung dalam AGRARIA menunjukan solidaritasnya dengan menunggu dikeluarkannya mahasiswa Unhas yang ditahan hingga akhirnya  pada pukul 21.38 WITA, keenam orang tersebut dilepaskan bersama dengan mahasiswa kampus lain yang ikut ditahan. Tidak lama setelahnya mahasiswa Unhas melakukan briefing untuk mengetahui kondisi fisik dan psikologis korban penangkapan sekaligus membahas cara untuk kembali ke kampus. mahasiwa kemudian pulang dengan menumpang pada kendaraan umum yang lewat sekitar pukul 22.10 WITA.

__________________________________________________________________

Salam Rimba!!!
Salam kreatifitas!!!
#salamkreatifitas
#belantarakreatif

BIRO KHUSUS BELANTARA KREATIF 2018-2019
Temukan Kami di:
▶ e-Mail: bkbkhut.unhas@gmail.com
▶ ig: @belantarakreatif
▶ twitter: @BKBK_Unhas
▶ fb: BKBK SI-Unhas
▶ Line: @zwg8170n
▶ youTube: Belantara Kreatif Kehutanan Unhas

Komentar