Postingan

Sudah Ukur Jarak, Tapi Luas Masih Salah? Memahami JL dan JDP di Lapangan

Gambar
Pengukuran di lapangan, KHDTK Universitas Hasanuddin. Sumber Foto: Arhamshah M. Pengukuran jarak di lapangan sering dianggap sebagai proses yang sederhana—ukur, catat, lalu hitung. Namun pada kenyataannya, banyak hasil pengukuran justru menghasilkan luas lahan yang tidak sesuai dengan kondisi sebenarnya, terutama pada area yang memiliki kemiringan. Masalah ini sering tidak disadari, bahkan ketika proses pengukuran sudah dilakukan dengan benar. Perbedaan hasil tersebut bukan berasal dari kesalahan alat atau teknik, melainkan dari pemahaman yang kurang tepat terhadap jenis jarak yang digunakan dalam pengukuran. Dalam konteks ini, penting untuk memahami perbedaan antara Jarak Lapangan (JL) dan Jarak Datar Peta (JDP) . Kedua istilah ini terlihat sederhana, tetapi memiliki peran besar dalam menentukan akurasi data, khususnya dalam kegiatan kehutanan. Apa Itu JL dan JDP dalam Pengukuran Lapangan? Untuk memahami sumber kesalahan dalam pengukuran, kita perlu mengenali terlebih dahulu dua jen...

Fenomena Hujan di Makassar (3/3) : Dampak Hujan terhadap Lingkungan

Gambar
Ilustrasi Hujan. Sumber Foto= Unsplash.com Curah hujan di Makassar dalam beberapa hari terakhir tergolong cukup tinggi. Kondisi ini berkaitan dengan proses siklus hidrologi yang dipengaruhi oleh perubahan iklim global. Pemanasan global dapat meningkatkan suhu permukaan bumi sehingga mempercepat proses penguapan air ke atmosfer. Akibatnya, pembentukan awan hujan dapat terjadi lebih cepat dan meningkatkan intensitas curah hujan di beberapa wilayah. Tingginya curah hujan tersebut memberikan dampak terhadap kondisi lingkungan perkotaan. Di beberapa wilayah Makassar, hujan dengan intensitas tinggi menyebabkan genangan air hingga setinggi mata kaki. Genangan ini umumnya terjadi pada kawasan dengan sistem drainase yang kurang optimal atau daerah yang memiliki permukaan tanah relatif rendah sehingga air hujan sulit mengalir dengan cepat menuju saluran pembuangan. Ilustrasi Kanal. Sumber Foto = Republilka.co.id Curah hujan yang tinggi juga dapat mengakibatkan peningkatan debit air sungai sehing...

Fenomena Hujan di Makassar (2/3): Mengapa Hujan Terus Terjadi?

Gambar
Hutan Berkabut di Mattabulu, Soppeng. Sumber Foto: UKM BK SI-Unhas Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Wilayah IV Makassar mencatat bahwa kondisi cuaca di Makassar pada periode 26 Februari hingga 7 Maret didominasi oleh hujan ringan hingga hujan sedang. Suhu udara berkisar antara 23–29°C dengan tingkat kelembapan relatif tinggi, rata-rata di atas 80 persen. Dalam rentang waktu tersebut, jumlah hari dengan kondisi cerah penuh relatif lebih sedikit dibandingkan hari berawan dan hujan, menunjukkan bahwa aktivitas hujan masih cukup tinggi di wilayah Makassar. Kondisi ini sejalan dengan fenomena yang dirasakan masyarakat dalam beberapa waktu terakhir, di mana hujan masih sering terjadi dengan pola yang konsisten pada siang hingga malam hari. Tidak jarang pula hujan berlangsung hampir sepanjang hari, meskipun secara klimatologis wilayah ini mulai mendekati periode peralihan musim. Menurut pemutakhiran prediksi musim hujan 2025/2026 yang dirilis oleh Badan Meteorologi, Klimat...

Fenomena Hujan di Makassar (1/3) : Proses Terjadinya Hujan

Gambar
  Hujan di Fakultas Kehutanan, Universitas Hasanuddin. Sumber Foto: UKM BK SI-Unhas/Akmal Aqsa Cuaca di Makassar dan sekitarnya dalam beberapa bulan terakhir menunjukkan kondisi yang sulit diprediksi. Pada pagi hari cuaca dapat terlihat cerah, namun memasuki siang hingga sore hari suhu udara dapat berubah drastis dan disertai hujan. Bahkan, dalam waktu yang sama, perbedaan kondisi cuaca dapat terjadi di beberapa wilayah berbeda. Hujan sendiri merupakan bagian dari siklus air yang terjadi secara alami dan berulang di atmosfer Bumi. Proses ini melibatkan tiga tahapan utama, yaitu evaporasi, kondensasi, dan presipitasi. Evaporasi terjadi ketika panas matahari menyebabkan air di permukaan bumi—seperti laut, sungai, dan waduk—menguap dan naik ke atmosfer. Setelah itu, uap air mengalami kondensasi akibat suhu yang lebih rendah sehingga membentuk titik-titik air dan awan. Ketika titik air tersebut semakin membesar dan berat, terjadilah presipitasi atau hujan. Badan Meteorologi, Klimatolog...

Rakyat Bersatu Menuntut Keadilan: Mahasiswa dan Masyarakat Gelar Aksi Damai Anti Militerisme

Gambar
  Ratusan massa berkumpul dibawah fly over AP Pettarani untuk melakukan aksi damai.  Sumber foto : UKM BK SI-Unhas/ Astrid Damayanti. Makassar, 4 September 2025 - Mahasiswa dan juga beberapa masyarakat lainnya, kembali memenuhi fly over AP Pettarani dengan melakukan aksi damai. Persatuan Rakyat Anti Militerisme kali ini menyuarakan “ Hentikan dan lawan tindakan Fasis Prabowo-Gibran! Pulihkan segera hak-hak demokratis rakyat! Penuhi hak-hak sosial dan ekonomi rakyat! ” Tampak seorang demonstran menggunakan dress code berwarna pink dengan membawa poster yang bertuliskan "MENOLAK LUPA".  Sumber foto : UKM BK SI-Unhas/ Muhammad Fachry Para orator dalam aksi ini menyuarakan bagaimana rakyat mengalami penindasan oleh negara sendiri, perampasan hak hidup oleh negara, tindakan represif yang dilakukan aparat kepolisian, serta pemberian hak istimewa oleh negara kepada pejabat, serta ketimpangan keadilan yang dialami oleh masyarakat kelas bawah. Salah satu orator meyuarakan bagai...

Mattabulu : Desa di Atas Awan yang Sarat Dengan Nilai Kehidupan

Gambar
Potret pemandangan Desa Mattabulu. Foto : UKM BK SI-Unhas Di ketinggian sekitar 1.000 mdpl, terdapat sebuah desa yang tak hanya memberikan keindahan alam, tetapi juga menyimpan nilai-nilai kehidupan sosial yang menginspirasi. Desa Mattabulu, yang terletak di Kecamatan Lalabata, Kabupaten Soppeng, Sulawesi Selatan, adalah gambaran nyata bagaimana harmoni antara manusia dan alam bisa berjalan beriringan. Desa ini bahkan masuk kedalam nominasi 50 besar Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) 2024, sebuah pengakuan atas pesona pegunungan hijau, udara sejuk, dan kabut tipisnya yang menyelimuti pagi dan sore. Potret kondisi pemanfaatan lahan Desa Mattabulu yang merupakan kawasan Hutan Lindung (HL). Foto : UKM BK SI-Unhas Di balik keteduhan hutan lindung yang mengelilingi Dusun Teppoe dan Cirowali, terdapat kisah tentang kerja keras, kebersamaan, dan kesetaraan. Warga Desa Mattabulu hidup berdampingan dengan hutan melalui skema Perhutanan Sosial (PS) seluas 1.066 Ha yang memungkinkan mereka men...

Kekayaan Mangrove Kita Terkikis Kelakuan, Tapi Masih Ada Kesadaran untuk Diselamatkan

Gambar
Sumber Foto : Pinterest Ekosistem mangrove merupakan sebuah ekosistem yang unik, karena letaknya berada di antara daratan dan juga lautan. Ekosistem mangrove sangat penting, karena mendukung keanekaragaman hayati, melindungi masyarakat pesisir, pertahanan alami terhadap badai dan abrasi, serta berperan dalam mitigasi perubahan iklim melalui penyerapan karbon. Indonesia sendiri merupakan negara dengan ekosistem mangrove terluas di dunia dengan luas sekitar 20-23% dari total ekosistem mangrove dunia. Tren perubahan luasan dari ekosistem mangrove di Indonesia selama 10 tahun terakhir menunjukkan dinamika yang kompleks, dimana beberapa wilayah mengalami pemulihan dan juga perluasan, sementara beberapa wilayah lain juga mengalami perubahan akibat intervensi alam maupun manusia. Ekosistem mangrove memainkan peran krusial dalam mitigasi risiko bencana pesisir melalui tiga mekanisme utama. Pertama, sistem perakaran mangrove yang kompleks secara efektif mengurangi laju abrasi dengan mengikat su...