Kebijakan Birokrat Tidak Jelas, Mahasiswa Kembali Menggelar Aksi Bersama
Kamis (9/2/2023), pukul 13.40 Serikat Mahasiswa Unhas bersama massa aksi dari beberapa fakultas di depan gedung rektorat Unhas kembali melakukan aksi protes yang disebabkan karena pihak birokrat mengeluarkan kebijakan yang tidak sesuai dengan janji pada audiensi aksi diam sebelumnya pada hari kamis (2/2/2023).
Para massa aksi merasa telah dibohongi dan dibodoh-bodohi oleh pihak birokrat yang telah mengeluarkan kebijakan yang tidak sesuai dengan janji pada audiensi sebelumnya.
Selain melakukan aksi, massa aksi juga sempat melakukan audiensi terbuka dengan pihak rektor yang dihadiri oleh direktur kemahasiswaan Universitas Hasanuddin. Pihak rektor menyampaikan bahwa semua fakultas telah dihimbau untuk memproses permohonan penyesuaian UKT dari mahasiswa.
Setelah itu, salah satu dari massa aksi menyampaikan kenyataan yang dirasakan bahwa berdasarkan hasil aksi diam yang digelar seminggu yang lalu, pihak rektor sebelumnya menyampaikan bahwasanya mereka akan mengeluarkan kebijakan perpanjangan dan penyesuaian UKT sampai tanggal 10 februari dan menghimbau kepada setiap dekanat untuk memproses penyesuaian UKT mahasiswa yang telah dan akan mengajukan permohonan penyesuaian UKT. Namun nyatanya, pihak rektor hanya mengeluarkan kebijakan perpanjangan UKT dan tidak ada kata “penyesuaian” yang tertera di SK. Dan dari pihak dekanat juga tidak bisa memproses permohonan penyesuaian UKT yang diajukan oleh mahasiswa dikarenakan tidak ada SK penyesuaian UKT dari rektor, meskipun sudah ada himbauan secara telfon dan chat WA dari rektor terkait penyesuaian UKT ke dekanat.
Kemudian, para massa aksi kembali ingin melakukan audiensi dengan rektor, Prof. Dr. Jamalauddin Jompoa, M.Si untuk mempertanyakan dan menuntut ketidakjelasan yang dilakukan oleh pihak rektor dan dekanat. Mereka ingin bertemu langsung namun dihadang oleh satuan pengamanan kampus dan sempat ricuh. Selanjutnya satuan pengamanan kampus menyampaikan kepada para massa aksi untuk menunggu bapak rektor keluar dari ruangannya.
Setelah massa aksi menunggu dengan waktu yang lama, ternyata mereka kembali dibohongi oleh pihak satuan pengamanan kampus karena bapak rektor yang ditunggu tidak ada di ruangannya.
Aksi tersebut diakhiri setelah para massa aksi kembali menyampaikan bahwa mereka akan terus menuntut kejelasan penyesuaian UKT.

Komentar
Posting Komentar