Observasi Talenta 23: Proses Menggali Potensi Generasi Muda UKM BK SI-Unhas

 

Sesi foto bersama antara peserta Observasi Talenta 23 dengan aparat Desa Mattabulu saat acara pembukaan Observasi Talenta 23. Sumber foto : UKM BK SI-Unhas

Desa Mattabulu yang terletak di Kecamatan Lalabata, Kabupaten Soppeng, kali ini menjadi lokasi pelaksanaan Observasi Talenta 23. Kegiatan ini berlangsung selama lima hari, mulai pada tanggal 1 hingga 5 Juli 2025. Acara pembukaan kegiatan Observasi Talenta 23 dilakukan pada tanggal 2 Juni 2025 yang dihadiri oleh berbagai aparat desa dan dibuka secara resmi oleh Abdul Kadir selaku Sekretaris Desa. Dalam sambutannya, pihak pemerintah desa menyampaikan harapannya agar kegiatan ini mampu membawa dampak positif tidak hanya bagi peserta, tetapi juga bagi masyarakat Mattabulu secara keseluruhan.

Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk pengabdian dan pengembangan potensi generasi muda dalam menjalin hubungan langsung dengan masyarakat desa serta mengenal lebih dalam kekayaan alam dan budaya lokal. Dalam suasana desa yang asri dan masyarakat yang ramah, Observasi Talenta 23 hadir sebagai ruang pembelajaran nyata yang mengharuskan turun langsung dengan masyarakat untuk mengenal dekat dan menyatukan semangat kebersamaan, edukasi, dan kepedulian lingkungan. Selain itu, kegiatan ini tentunya akan dijadikan sebagai bahan untuk nantinya akan digarap sehingga akan menghasilkan produk jurnalistik dan juga karya seni.

Dokumentasi pada saat peserta Observasi Talenta 23 dengan masyarakat Desa Mattabulu saat melakukan bakti sosial dan juga penanaman pohon bersama. Sumber foto : UKM BK SI-Unhas

Salah satu kegiatan utama dalam Observasi Talenta 23 adalah aksi bakti sosial dan juga penanaman pohon yang dilakukan bersama warga setempat. Kegiatan ini menjadi simbol kepedulian terhadap lingkungan dan bentuk kontribusi nyata dalam menjaga kelestarian alam. Para peserta dan masyarakat terlibat langsung dalam proses ini dengan harapan dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi desa. Tidak hanya sekedar aksi fisik, kegiatan ini juga mengandung pesan edukatif tentang pentingnya kesadaran ekologis sejak dini.

Dokumentasi saat peserta Observasi Talenta 23 mengunjungi situs makam Petta Bulu Matanre didampingi oleh pemegang kunci makam. Sumber foto : UKM BK SI-Unhas

Selain fokus pada isu lingkungan, kegiatan ini juga mengarah pada aspek sosial dan budaya melalui wawancara dengan para juru kunci situs makam yang ada di Desa Mattabulu, serta kunjungan pada situs Bulu Matanre. Dengan bimbingan dari para juru kunci, para peserta diajak mengenal lebih jauh tentang asal-usul Desa Mattabulu, nilai-nilai luhur, dan apa saja larangan yang perlu di patuhi di desa tersebut. Kegiatan ini membuka ruang pembelajaran dan pola pikir baru serta memperkuat rasa hormat terhadap warisan budaya yang selama ini dijaga dengan baik oleh masyarakat setempat.

Proses penyerahan plakat kepada pihak Desa Mattabulu sebagai ucapan terima kasih dari peserta Observasi Talenta 23. Sumber foto : UKM BK SI-Unhas

Sebagai penutup rangkaian, panitia menyelenggarakan acara penutupan secara resmi oleh Abdul Kadir selaku Sekretaris Desa dan disusul dengan acara penyerahan plakat kepada pihak yang telah mendukung jalannya kegiatan dan sebagai rasa terima kasih terhadap warga maupun pemerintah desa yang telah menerima baik kehadiran peserta Observasi Talenta 23 selama 5 hari berkegiatan. Foto penutupan memperlihatkan senyum hangat seluruh peserta dan warga yang telah bersama-sama membangun kebersamaan selama lima hari. Observasi Talenta 23 di Desa Mattabulu tidak hanya menjadi kegiatan seremonial, tetapi juga menghadirkan pengalaman kolektif yang membekas dan membangun nilai-nilai kolaboratif antara generasi muda dan masyarakat lokal.

- Astrid Damayanti



Komentar

Postingan populer dari blog ini

PKMR XLVIII : Momentum Untuk Menghasilkan Peserta Dengan Karakter Rimbawan

Diimingi Kehidupan Yang Layak, Untia (Masih) Dihantui Banyak Masalah