JAPPA-JAPPA BKBK @LANJUKANG ISLAND
Jalan-jalan. Apa
yang anda pikirkan ketika mendengar kata jalan-jalan? Apakah jalan-jalan yang anda lakukan identic dengan kata liburan? Senang-senang? Mengabadikan diri
dengan objek wisata yang indah? Atau sebuah tantangan buat anda untuk dapat
melihat indahnya dunia baik yang natural maupun yang non natural. Apapun yang
ada dipikiran anda tentang jalan-jalan,
hal itu benar. Namun jangan jadikan jalan-jlaan
anda hanya untuk mendapatkan foto
terbaik di upload di medsos atau sekedar
untuk refreshing, itu sudah mainstream. Yang anti mainstream itu, kita
jalan-jalan dan tahu bibit, bebet dan bobot dari tempat yang kita kunjungi.
Seperti yang dilakukan oleh Biro Khusus
Belantara Kreatif (BKBK), organisasi biro khusus yang dinaungi oleh BE KEMA SI
UH Fakultas Kehutanan Unhas. Pada tanggal 09-11 Oktober 2015, BKBK melaksanakan
kegiatan yang dinamakan Jappa-jappa (Jalan-jalan) di pulau Lanjukang, Kelurahan
Ujung Tanah. Kegiatan Jappa-jappa ini bukan hanya sekedar jalan-jalan untuk
liburan, namun mereka memiliki kegiatan yang bermanfaat bagi masyarkat pulau
Lanjukang dan juga peserta Jappa-jappa.
Dalam
Jappa-jappa ini BKBK memiliki beberapa kegiatan inti yaitu, Bakti social berupa
membersihkan pulau dari sampah plastik, pembagian sembako, membagikan
pakaian-pakaian bekas layak pakai serta buku-buku, sosialisasi tentang
lingkungan dan penanaman pohon sukun. Rangkaian
kegiatan tersebut diikuti oleh 42 mahasiswa dari berbagai lembaga organisasi
yang terdaftar sebagai peserta Jappa-jappa.
Pada
malam pertama di langit Lanjukang, BKBK melaksanakan tudang sipulung, bersama
dengan Pa Hasan yang mewakili masyarakat Pulau Lanjukang untuk dapat
menceritakan setiap sisi dari pulau Lanjukang, baik dari segi kekurangan-kelebihan
pulau dan yang terpenting adalah tentang sejarah pulau Lanjukang. Tudang
sipulung ini berlangsung selama 2 jam dan diperhatikan serius oleh peserta
Jappa-jappa. Hal ini terbukti dengan banyaknya peserta yang mengajukan
pertanyaan kepada pa Hasan selepas bercerita dan juga memberikan saran terkait
dengan kondisi pulau yang mulai menurun.
Pelaksanaan
kegiatan inti Jappa-jappa pada hari kedua sempat ada halangan perihal pelaksanaan
kegiatan yang dijadwalkan mulai jam 08.00 wita hari ke 2 tertunda beberapa jam karena
70% masyarakat disana menghadiri acara pernikahan di pulau langkai yang
merupakan keluarga mereka sendiri. Sehingga kegiatan dilaksanakan mulai jam
12.30 dengan ditemani oleh Pak Hasan selaku Imam Masjid Pulau Lanjukang dan
juga yang mengenal semua masyarakat yang tinggal di pulau. Sehingga memudahkan
peserta jappa-jappa untuk melakukan bakti social. Walapun kegiatan berlangsung
dengan tidak tepat waktu, namun semua kegiatan dapat berlangsung dengan lancar
dan berakhir sebelum matahari terbenam.
Dalam
acara penutupan Jappa-jappa pada hari ke tiga, ketua RT pulau Lanjukang
memberikan sepatah kata perihal tentang pulau ini dan juga kegiatan Jappa-jappa
“harapan kami disini adalah penerangan, air bersih dan pendidikan. Semoga
mahasiswa-mahasiswa disini dapat menjadi jembatan penyampaian harapan kami. Dan
terima kasih juga telah melakukan kegiatan bakti social disini, kami tidak
menyangka bahwa ada mahsiswa yang peduli dengan kami dan kami harap anda bisa
datang lagi kesini baik dalam rangka
liburan ataupun untuk melakukan kegiatan bakti sosial”. (BKBK
2015).
Komentar
Posting Komentar