PULAU LANJUKANG, KELURAHAN BARANG CADDI’

Indonesia merupakan Negara kepulauan terbesar didunia dan masih banyak pulau-pulau di Indonesia yang belum diketahui oleh  masyarakat luas yang memiliki keindahan bagaikan surga dunia. Salah satunya adalah pulau Lanjukang yang berjarak 3 jam perjalanan dengan menggunakan kapal laut dari pelabuhan Paotere kota Makassar. Pulau Lanjukang terletak di kelurahan Barang Caddi Kecamatan Ujung Tanah, Kota Makassar. Kelurahan Barang Caddi memiliki 5 pulau yaitu, Pulau Barang Caddi, Lumu-lumu, Bone Tambu’, Langkai, dan Lanjukang. Namun Pulau Lanjukang adalah pulau yang jaraknya paling jauh dari kota Makassar. Pulau ini memiliki luas  sekitar ±4 Ha pada saat sekarang, pada tahun 1970 luasnya sekitar ±8 Ha  yang berarti tiap tahun mengalami abrasi sehingga masyarakat disana harus  memindahkan rumah mereka ketika telah dicapai bibir pantai. Pulau ini konon katanya pertama kali ditinggali seorang Bandar yang bernama Pg. Lanju’ sehingga Pulau ini diberi nama Lanjukang. Setelah itu datanglah orang Swiss bernama Weber yang  tinggal digunung merapi  menjadikan pulau ini perkebunan kelapa. Yang menjadi penggarap dari kebun kelapa tersebut adalah Lappo  yaitu nenek dari Pa Jalaluddin selaku ketua RT pulau Lanjukang tahun 2015. Ketika Lappo berumur tua, Beliau memanggil keponakannya bernama sosson. Sosson meninggal, maka dipanggillah lagi Muhammad yaitu bapak dari Pa Jalaluddin  pada tahun 1960. Sedangkan Pa Jalaluddin sendiri sekitar umur 10 tahun barulah ke pulau Lanjukang. Sekitar 10% dari 52 jumlah penduduk pulau Lanjukang adalah  penduduk asli, selebihnya adalah pendatang. Jumlah Rumah Tangga di Pulau Lanjukang adalah 16.


Masyarakat pulau Lanjukang dalam memenuhi kebutuhan primer, mereka bersama-sama dengan seluruh kepala keluarga menangkap ikan, hasil dari Penangkapan ikan tersebut dibawa ke kota untuk dijual. Hasil penjualan akan dibelikan kebutuhan primer dan dibagi rata. Para nelayan ini juga terikat
dalam sebuah kelompok organisasi nelayan yaitu Nusantara Bakti.
Masyarakat pulau Lanjukang memiliki ciri khas tersendiri, yaitu masyarakat aslinya yang bertubuh kerdil. Kami sempat mewawancarai salah satu masyarakat Lanjukang yang bertubuh kerdil  dan  sudah tua mengatakan bahwa, “hal itu diakibatkan oleh pernikahan yang terjadi dalam satu keluarga. Ayah ibu saya sepupu satu  kali dan saya adalah salah satu anakanya yang bertubuh kerdil dari  7 bersaudara”. 
 
Walaupun pulau Lanjukang termasuk pulau yang kecil namun fasilitas yang disediakan dari berbagai pihak telah mencukupi dan memenuhi kebutuhan mereka. Contohnya penerangan mereka yang telah terpenuhi sejak 3 tahun yang lalu, walaupun penerangan mereka tidak berfungsi sepanjang malam. Dalam hal pembangunan contohnya sebuah masjid yang dibangun dari dana warga lanjukang sendiri, WC umum yang dibangun oleh mahasiswa dan jalanan untuk pejalan kaki disekitar rumah warga yang dibangun oleh pemerintah dan lebih bagusnya lagi  masyarakat disana sudah bisa menikmati tekhnologi telpon genggam sehingga memudahkan komunikasi mereka dengan keluarga dan juga bisnis nelayan mereka. Jaringan ini dapat tercapai dari sebuah tower yang dibangun oleh pemerintah yang terletak di pulau Barang Caddi’. Pulau Barang Caddi menjadi pusat kegiatan pemerintahan, karena pulau ini dilengkapi dengan fasilitas yang cukup, seperti adanya sekolah, kantor lurah dan juga puskesmas. Sehingga ketika ada masyarakat dari pulau lain yang membutuhkan tenaga mereka maka mereka akan ke Barang Caddi. Contohnya dalam hal kesehatan, masyarakat yang membutuhkan pertolongan akan dirujuk kesana. Namun, pemerintahan di kelurahan ini telah memprogramkan bahwa setiap bulan ada puskesamas keliling yang mendatangi setiap pulau untuk memantau kesehatan masyarakat. Dalam hal pendidikan, beberapa anak-anak dan remaja yang telah diwawancarai mereka mengatakan bahwa mereka tidak buta akan huruf. Setelah ditanya lebih mendalam, ternyata ada seorang guru yang bernama Roslina yang sewaktu-wktu kepulau untuk mengajari mereka. Selain itu ada pula beberapa anak-anak yang sekolah di pulau sebelah. Di kelurahan Barang Caddi yang terdiri dari 5 pulau ini memilki 3 sekolah yang terletak di Pulau Langkai, Barang Caddi dan Lumu-lumu. Namun masyarakat pulau Lanjukang cenderung menyekolahkan anak-anak mereka di pulau Lumu-lumu yang berjarak 1 jam perjalanan dengan menggunakan kapal laut dengan alasan mereka memiliki keluarga dekat yang tinggal disana sehingga dapat memudahkan anak-anak mereka dibandingkan dengan pulau langkai yang berjarak setengah jam perjalanan.
Dilihat dari kelengkapan fasilitas dan kebutuhan yang telah disediakan oleh Pemda, masyarakat Lanjukang memiliki 3 harapan besar kepada Pemda agar dapat diwujudkan. Ketiga harapan tersebut adalah tentang Penerangan, Air bersih dan pendidikan. Ke tiga hal tersebut berulang kali disampaikan oleh kami ditiap pertemuan, baik secara formal maupun informal.
Masyarakat pulau Lanjukang ramai dikunjungi  oleh para wisata local sejak awal tahun 2015, karena keindahan pulau ini  baru terekspose oleh masyarakat luas.  Namun setelah banyaknya wisata local yang mengunjungi pulau ini, banyak sampah plastic yang berserakan di sekitar bibir pantai, dibandingkan dengan lingkungan di sekitar rumah warga yang bersih tanpa sampah plastic. Jadi disarankan kepada para wisata local agar ketika berwisata di pulau Lanjukang, bahkan dimanapun tetap menjaga kebersihan sehingga keindahan alamya tetap terjaga sehingga tetap dikenal oleh masyarakat local da interlokal sebagai surga dunia. (BKBK 2015)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

PKMR XLVIII : Momentum Untuk Menghasilkan Peserta Dengan Karakter Rimbawan

Diimingi Kehidupan Yang Layak, Untia (Masih) Dihantui Banyak Masalah

Tolak Penundaan Pemilu, Forum Mahasiswa Unhas Turun Ke Jalan