Samanea saman di Hutan Kota Unhas



 Samanea saman di Hutan Kota Unhas

Belantarakreatif - Universitas Hasanuddin (Unhas) merupakan salah satu kampus terbaik berstandar internasional yang terdapat di Indonesia, tepatnya di Kota Makassar. Dengan label kampus unggulan Unhas tentu memiliki fasilitas yang sangat memadai baik yang ditujukan untuk mahasiswa Unhas itu sendiri ataupun untuk masyarakat umum sekitar kampus.
        Kampus Unhas sendiri memiliki keunikan yaitu memiliki hutan kota yang sangat diminati oleh mahasiswa ataupun masyarakat kota Makassar pada umumnya untuk bersantai maupun untuk berolahraga. Hutan kota Unhas merupakan salah satu wujud pemenuhan ruang terbuka hijau (RTH) kota Makassar dimana ruang terbuka hijau harus memiliki luas minimal 30% dari luas suatu wilayah.1
        Kampus yang memiliki luas sekitar 220 Hektare ini memiliki sangat banyak jenis pohon sebagai penghasil oksigen dan udara bersih. Terdapat 35 Familia  dan 102 spesies pohon yang ada di kawasan kampus Unhas dan yang paling banyak adalah famili Mimosaceae2. Salah satu jenis pohon yang sangat familiar yang terdapat di kampus Unhas adalah Samanea saman.
        Samanea saman atau yang sering disebut masyarakat sebagai Trembesi ataupun Ki Hujan merupakan jenis pohon yang sangat mudah dikenali dari karakteristiknya yang berbentuk seperti payung dapat tumbuh hingga tinggi 25 meter dengan diameter 1-3 meter. Bunga Ki Hujan berbentuk kecil dengan kepala bunga berwarna merah muda dengan panjang 5-6 cm. Stamen berwarna merah muda pada bagian atasnya dan putih pada bagian bawahnya.3
Pohon Ki Hujan biasa dimanfaatkan sebagai pohon peneduh yang biasanya ada di taman, pinggir jalan dan padang rumput4. Pohon Trembesi, Samanea saman dapat menyerap karbon hingga 28.488,39 kg/tahun sehingga sangat baik untuk mengurangi dampak pemanasan global5. Namun dibalik hal itu, pohon jenis ini memiliki beberapa kekurangan sehingga kurang cocok untuk ditanam pada kawasan hutan kota di kampus Unhas.
Samanea saman ini memiliki perakaran yang dangkal dan menjalar ke segala arah sehingga dapat merusak pondasi bangunan ataupun merusak badan jalan. Perakaran yang dangkal ini pula yang membuat pohon ini mudah untuk tumbang ketika diterpa angin kencang karena perakarannya tidak sampai ke bagian dalam tanah dan mencengkram batuan di dalamnya.
Pohon ini merupakan pohon yang membutuhkan banyak air. Besarnya tajuk berbanding lurus dengan banyaknya jumlah air yang dibutuhkan tanaman ini untuk bertumbuh melalui proses fotosintesis. Selain itu, Samanea saman memiliki dahan yang mudah patah sehingga membahayakan pejalan kaki atau pengguna jalan lainnya.
Maka dari itu pemilihan jenis pohon dalam upaya penyediaan ruang terbuka hijau haruslah dilakukan dengan cermat agar tujuan utama dari RTH dapat tercapai dengan maksimal dan tidak menghasilkan dampak negatif yang hanya akan merugikan bagi lingkungan.


Sumber :
1. Undang-Undang Republik Indonesia No 27 Tahun 2007 tentang Ruang Terbuka Hijau (Penataan Ruang)
2. Keanekaragaman Jenis Pohon pada Hutan Kota di Kota Makassar. Elis Tambaru, Samuel A. Paembonan, Djamal Sanusi dan Anwar Umar. Jurnal Alam dan Lingkungan vol 2(3) Maret 2011
3. Staples, G.W. and Elevitch, C.R., 2006, Samanea saman (rain tree), ver. 2.1. In: C.R Elevitch (ed), Species ProfilesFor PacifIsland Agroforestry, Permanent Agriculture Resources (PAR), Hawai.
4. Pengaruh konsentrasi dan lama perendaman dalam asam sulfat terhadap perkecambahan Ki Hujan (Samanea saman). Dyah Purnamasari
5. Membangun kota bernuansa Hutan Kota. 1992. IPB Press, Bogor. Endes N. Dahlan

Komentar

Postingan populer dari blog ini

PKMR XLVIII : Momentum Untuk Menghasilkan Peserta Dengan Karakter Rimbawan

Diimingi Kehidupan Yang Layak, Untia (Masih) Dihantui Banyak Masalah

Observasi Talenta 23: Proses Menggali Potensi Generasi Muda UKM BK SI-Unhas