ABOUT COFFEE: History, Advantages & Disadvantages
ABOUT COFFEE: History, Advantages & Disadvantages
Sejarah singkat Kopi
"DIBALIK KOPI"
Meminum
kopi sudah menjadi bagian yang tak terpisahkan dari kehidupan mayarakat
Indonesia bahkan dunia. Olahan dari biji buah yang konon ditemukan oleh bangsa
Abyssinia (sebuah nama daerah lawas di wilayah Ethiopia) di Benua Afrika ini
harus melalui serangkaian proses panjang dalam pengolahannya hingga
menghasilkan biji kopi yang berkualitas. Kopi yang diseduh dalam keadaan hangat
ataupun disajikan menjadi minuman dingin sangat digandrungi oleh berbagai
kalangan usia masyarakat dari muda hingga tua dan dari berbagai kelas dalam
strata sosial.
Kata
kopi yang kita pakai dan kita kenal saat ini sebenarnya pernah melalui
serangkaian perdebatan dan diskusi panjang. Menurut Wiliam H. Ukers dalam
bukunya yang berjudul All About Coffe
(1922) kata “kopi” berasal dari adaptasi bahasa Arab yaitu “qahwa” yang mengandung arti “kuat”. Ada
juga pihak yang menganggap kata “kopi” berasal dari kata “kaffa” nama sebuah daerah di Shoa (selatan barat daya Abissynia). Dalam
Symposium on The Etymology of The World
Coffe, kata “qahwa” diadaptasi ke
beberapa negara seperti Turki “kahve”,
Belanda “Koffie”, Prancis “Cafe”, Italia “Caffe” dan bahasa Inggris “Coffe”.
Sementara di Indonesia, kata “kopi” kemungkinan berasal dari bahasa Arab dan
bahasa Belanda yang mempunyai pengaruh kuat selama masa perdagangan dan masa
kolonial.
Sejarah
kopi di Indonesia dimualai tahun 1696 ketika Belanda membawa kopi dari kota
Malabar (wilayah selatan India) ke Pulau Jawa dan membudidayakannya di
Kedawung, Batavia. Walau pada awalnya kopi mengalami kegagalan besar di
Indonesia akibat banjir dan gempa bumi, akhirnya pada 1706 sampel kopi yang
dihasilkan di pulau Jawa dikirim ke Belanda untuk diteliti di Kebun Raya
Amsterdam dan ternyata biji kopi yang dihasilkan memiliki kualitas yang sangat
baik. Dari situlah Belanda memperluas areal budidayanya ke Sumatera, Sulawesi,
Bali, Timor dan pulau-pulau lainnya di Indonesia. Belanda memanfaatkan momentum
dengan luasnya wilayah yang dikuasainya untuk memproduksi kopi
sebanyak-banyaknya kemudian dibawa dan dijual ke Eropa dan dari situlah Belanda
menjadi salah satu negara yang memproduksi kopi terbanyak di dunia. Namun
setelah Indonesia merdeka di tahun 1945, seluruh perkebunan kopi yang ada di
seluruh Indonesia kemudian dinasionlisasikan.
Beberapa
daerah di Indonesia terkenal sebagai daerah penghasil kopi berkualitas,
contohnya Kopi Toraja di Sulawesi, Aceh di Sumatera, Flores di Nusa Tenggara
Timur hingga kopi Wamena di Papua yang pemasarannya dilakukan di pasar dalam
negeri hingga pasar mancanegara. Terkenalnya Indonesia sebagai produsen kopi
yang besar dan berkualitas harusnya membawa angin segar kepada para petani
kopi. Namun pada realitanya, petani kopi di Indonesia masih jauh dari kata
sejahtera dikarenakan rendahnya harga jual kopi saat ini. Pada forum PBB 26
September 2019, Wakil Presiden Indonesia Jusuf Kalla menyatakan bahwa ada
penurunan harga biji kopi di pasaran dunia hingga mencapai 70% sejak tahun
1982. Menurutnya, jumlah produksi yang terlampau tinggi tidak berbanding lurus
dengan pasar kopi yang dianggap masih kurang luas. Kualitas produk kopi yang
dihasilkan juga perlu mendapatkan perhatian agar kopi yang dihasilkan dapat
lebih baik dan memiliki nilai tambah. JK menegaskan perlu adanya perhatian
bersama dari semua negara terhadap petani kopi mengingat di dunia terdapat
lebih dari 25 juta petani yang berjuang untuk memenuhi kebutuhan hidup dengan bertani
kopi.
Manfaat dan bahaya kopi
Manfaat Kopi:
1. Kafein yang terkandung dalam kopi akan direspon oleh
saraf pusat sehingga dapat meningkatkan kewaspadaan dan konsentrasi.
2. Mengurangi gejala batu ginjal dan batu dalam kandungan
empedu.
3. Menambah kekuatan dan ketahanan otot
4. Kopi memiliki sifat diuretic, hal ini membuat kopi
membatu dalam membersihkan perut dari berbagai bakteri. Hal ini membuat peminum
kopi seringkali ingin buang air kecil.
5. kopi meningkatkan jumlah antioksidan dalam tubuh. Kopi
mengandung vitamin B2, B3, B5, mangan, potasium dan magnesium
6. Kopi mengurangi stres dan depresi. Kopi merangsang
sistem saraf pusat dan meningkatkan produksi dopamin, serotinin dan noradrealin
yang penting untuk meningkatkan suasana hati.
7. Membakar lemak. Kafein yang terkandung dalam kopi
terbukti menjadi salah satu dari beberapa zat alami yang terbukti membakar
lemak. Dan mampu meningkatkan metabolisme tubuh hingga 11%
Bahaya terlalu banyak mengonsumsi Kopi:
1. Gelisah. Kafein memang dapat meningkatkan kewaspadaan,
namun apabila kadarnya terlalu tinggi akan berujung kepada kegugupan dan
kecemasan
2. Insomnia,
kafein pada kopi akan membuat tubuh manusia terjaga-jaga rata-rata lima
hingga sembilan jam lebih lama. Sehingga butuh waktu yang lebih lama untuk
tertidur.
3. masalah pencernaan, kafein mengakibatkan usus bergerak
kontraksi dan dosis terlalu besar dapat membuat buang air terlalu sering atau
bahkan diare.
4. detak jantung lebih cepat. Stimulasi dari kafein
menyebabkan jantung berdetak lebih cepat.
*4 gelas adalah batas maksimal yang dianjurkan bagi orang
dewasa dalam meminum kopi perhari.
__________________________________________________________________
Salam Rimba!!!
Salam kreatifitas!!!
#salamkreatifitas
#belantarakreatif
BIRO KHUSUS BELANTARA KREATIF 2018-2019
Temukan Kami di:
▶ e-Mail: bkbkhut.unhas@gmail.com
▶ ig: @belantarakreatif
▶ twitter: @BKBK_Unhas
▶ fb: BKBK SI-Unhas
▶ Line: @zwg8170n
▶ youTube: Belantara Kreatif Kehutanan Unhas
Salam kreatifitas!!!
#salamkreatifitas
#belantarakreatif
BIRO KHUSUS BELANTARA KREATIF 2018-2019
Temukan Kami di:
▶ e-Mail: bkbkhut.unhas@gmail.com
▶ ig: @belantarakreatif
▶ twitter: @BKBK_Unhas
▶ fb: BKBK SI-Unhas
▶ Line: @zwg8170n
▶ youTube: Belantara Kreatif Kehutanan Unhas

Kopi dulu baru kamu
BalasHapus