Akibat Rakus Kekuasaan, Para Penguasa Negara Didemo Mahasiswa

Senin (11/4/2022), Massa aksi dari Forum Konsolidasi Mahasiswa Unhas kembali turun ke jalan untuk melakukan aksi besar-besaran bersama aliansi mahasiswa dari berbagai kampus di Kota Makassar. Forum Konsolidasi Mahasiswa Unhas yang membawa kurang lebih 1500-2000 massa aksi ini mulai berkumpul di Pelataran Mesjid Kampus Unhas pukul 13.00 WITA, kemudian bergerak menuju titik aksi dengan mengendarai truk, mobil pick up dan beberapa sepeda motor dengan membawa kelengkapan demonstrasi berupa spanduk-spanduk yang bertuliskan tuntutan yang akan disuarakan. Selain kelengkapan demonstrasi, pihak massa aksi dari unhas juga menurunkan satu unit mobil ambulans beserta tim medis dalam aksi ini guna berjaga-jaga jika ada massa aksi yang terluka saat aksi berlangsung.

Seruan dan orasi terus dikumandangkan hingga massa aksi tiba di depan Kantor Gubernur Sulawesi Selatan, kemudian massa aksi berjalan secara perlahan menuju Gedung DPRD Sulawesi Selatan yang menjadi pusat aksi demonstrasi. Sebelum tiba di pusat aksi, terjadi kericuhan dan terlihat beberapa aliansi mahasiswa bergerak melindungi massa aksi. Setelah kericuhan mereda, massa aksi kembali melanjutkan pergerakan menuju pusat aksi, dengan terus mengumandangkan orasi-orasi penuh tuntutan. 

                 

Forum Konsolidasi Mahasiswa Unhas membawa beberapa tuntutan diantaranya:

1.Tolak Kenaikan BBM, PPN, dan Proyek IKN serta Seluruh Kebijakan Yang Menyengsarakan Rakyat

2.Tumpas Mafia Minyak Goreng

3.Tolak Penundaan Pemilu 2024 dan 3 Periode Jokowi

Walaupun Presiden Jokowi telah mengklarifikasi terkait pelaksanaan Pemilu 2024, massa aksi tetap melakukan demonstrasi dengan berpusat pada kebijakan yang dinilai menyengsarakan rakyat. Tidak hanya itu, mahasiswa unhas juga menyoroti mengenai perampasan ruang hidup masyarakat adat dan menuntut untuk mewujudkan reforma agraria sejati.

Aksi yang dilakukan oleh mahasiswa dari berbagai aliansi di Kota Makassar ini kemudian ditanggapi oleh Wakil Ketua DPRD Provinsi Sulawesi Selatan, Muzayyin Arif. Pihaknya mengatakan mengapreasiasi aksi yang dilakukan dan akan meneruskan tuntutan serta perjuangan mahasiswa ke pemerintah pusat.

Setelah menerima tuntutan dari mahasiswa, Pihak DPRD meminta massa aksi untuk membubarkan aksi yang dilakukan, akan tetapi suasana kemudian memanas hingga menuju sore hari dikarenakan mahasiswa ingin terus menyuarakan pendapat. Massa aksi pun memaksa masuk di Gedung DPRD hingga terjadi aksi lempar-lemparan. Hingga aparatur negara terpaksa memukul mundur massa aksi agar segera bubar dan meninggalkan titik aksi.

Aksi lanjutan kemungkinan akan diadakan apabila tuntutan dan aksi yang dilakukan kali ini tidak mendapatkan respon dari pihak yang dituntut.

"Saya memilih melakukan demonstrasi karena membiarkan kesalahan adalah kejahatan" -Soe Hok Gie


Komentar

Postingan populer dari blog ini

PKMR XLVIII : Momentum Untuk Menghasilkan Peserta Dengan Karakter Rimbawan

Diimingi Kehidupan Yang Layak, Untia (Masih) Dihantui Banyak Masalah

Observasi Talenta 23: Proses Menggali Potensi Generasi Muda UKM BK SI-Unhas