UKM BK SI-Unhas Melaksanakan Sosialiasi dan Penanaman Mangrove di Desa Cikoang, Kabupaten Takalar
Unit Kegiatan Mahasiswa Belantara Kreatif Sylva Indonesia (PC.)
Universitas Hasanuddin telah mengadakan kegiatan sosialisasi dan penanaman
mangrove yang berlangsung pada tanggal 4 September 2022 di Desa Cikoang,
Kecamatan Mangarabombang, Kabupaten Takalar. Kegiatan ini merupakan salah satu
rangkaian kegiatan pengaderan Anggota Muda Talenta 20 UKM BK SI-Unhas sebagai bentuk
upaya dalam mengembangkan kapasitas dan pengetahuan mengenai wawasan lingkungan
serta diharapkan mampu menghasilkan kader yang peka terhadap kondisi sosial dan
bermanfaat bagi masyarakat.
Peserta
sosialisasi dan penanaman mangrove dihadiri dari berbagai kalangan usia. Mulai
dari anak-anak, pelajar, pemuda karang taruna, lansia, hingga pemerintah desa
Cikoang. Muh. Abdillah Maulana, pemuda dari Tanakeke selaku pemateri, telah
menyampaikan berbagai materi terkait apa itu mangrove, jenis-jenis mangrove,
potensi mangrove secara ekologis dan ekonomi serta terkait pelestarian
mangrove. “Kita harus memanfaatkan mangrove secara berkelanjutan dengan cara
melakukan monitoring dengan evaluasi dan membuat aturan penebangan mangrove”
kata Narasumber.
Masyarakat setempat sangat antusias mengikuti
kegiatan ini. Selain masyarakat setempat, kegiatan ini juga sangat di apreasiasi
oleh Bendahara Desa Cikoang, karena sosialisasi dan penanaman mangrove ini
merupakan pertama kali diadakan. “Kami masyarakat desa Cikoang mengapresiasi
kegiatan sosialisasi dan penanaman mangrove yang dilakukan adek-adek mahasiswa.
Kami selaku pemerintah desa cikoang juga akan mewadahi atau memfasilitasi
masyarakat desa Cikoang untuk mengembangkan ekosistem mangrove”, kata Andi
Emilwansyah. Bentuk antusias masyarakat desa Cikoang dapat dilihat pula dari
beberapa peserta sosialisasi yang mengajukan pertanyaan, salah satunya Bapak Syarifuddin
Alam selaku anggota Karangtaruna Desa Cikoang. “Jadi sosialiasi ini
betul-betul lebih bagus, lebih keren karena sebelum terjun ke lapangan untuk
menanam ada pengetahuan sehingga kita tidak asal menanam”, kata Syarifuddin
Alam. Masyarakat setempat berharap pemerintah bisa mewadahi dan memfasilitasi
dalam pengembangan ekosistem mangrove seperti yang dikatakan oleh Bendahara
desa Cikoang sebelumnya.
Setelah
sosialisasi, UKM BK SI-unhas bersama pemerintah desa dan masyarakat setempat
melakukan penanaman dengan jumlah bibit yang ditanam sebanyak 250 bibit.
.jpeg)
.jpeg)


Komentar
Posting Komentar