#1KLH - Aspek Kerusakan Lingkungan
Kajian
Lingkungan Hidup
ASPEK KERUSAKAN LINGKUNGAN
Pendahuluan
Manusia
dan lingkungan merupakan dua kata yang tidak dapat dipisahkan. Keduanya saling
pengaruh mempengaruhi. Pengaruh alam terhadap manusia lebih bersifat pasif,
sedangkan pengaruh manusia terhadap alam lebih bersifat aktif. Sumber daya alam
yang utama bagi manusia adalah tanah, air, dan udara. Dalam pemenuhan kebutuhan
hidupnya, aktifitas yang dilakukan manusia terhadap alam selalu menimbulkan
kerusakan terhadap lingkungan itu sendiri. Krisis atau kerusakan lingkungan
hidup yang dihadapi manusia saat ini merupakan akibat langsung dari pengelolaan
lingkungan hidup yang tidak bertanggung jawab. (Manusia adalah makhluk yang
tidak pernah puas. Ia tidak akan puas dengan keinginannya yang sudah terwujud,
karena masih banyak keinginan lain yang ingin dimilikinya. Keinginan inilah
yang mendorong manusia untuk melakukan sesuatu dengan berbagai cara untuk
memenuhi keinginannya itu). nah dikarenakan manusia mempunyai kemampuan
eksploitatif terhadap alam, sehingga ia mampu merubah alam sesuai dengan apa
yang diinginkannya. Namun demikian walaupun alam tidak memiliki kemampuan
aktif-eksploitatif terhadap manusia, namun apa yang terjadi terhadap alam akan
terasa pengaruhnya bagi kehidupan manusia. Oleh sebab itu pengelolaan dan
perlindungan lingkungan hidup harus sesuai dengan kaidah-kaidah lingkungan.
Kesesuaian terhadap kaidah-kaidah lingkungan tersebut untuk menghindari
timbulnya berbagai bencana lingkungan seperti pencemaran lingkungan, banjir, kerusakan
hutan, kekeringan, sehingga dapat berakibat pada krisis pangan yang
berkepanjangan, krisis air, krisis energi dan lain-lain.
Tinjauan Pustaka
a.
Pengertian
Kerusakan Lingkungan
Ada
beberapa pengertian KERUSAKAN LINGKUNGAN menurut para ahli:
-
Menurut
Prof. Mr. Stefnus Munadjat Danasaputro
Kerusakan
lingkungan sebagai suatu keadaan dalam suatu materi, energi dan atau informasi
masuk atau dimasukkan di dalam lingkungan oleh kegiatan manusia dan atau secara
alami dalam batas–batas dasar atau kadar tertentu, hingga mengakibatkan
terjadinya gangguan kerusakan dan atau penurunan mutu lingkungan, sampai
lingkungan tidak dapat berfungsi sebagaimana mestinya dilihat dari segi
kesehatan, kesejahteraan dan keselamatan rakyat.
-
Menurut
Prof. Dr. R.T.M Sutamihardja M.Ag
Kerusakan
lingkungan ialah penambahan bermacam–macam bahan sebagai hasil dari aktivitas
manusia ke lingkungan dan biasanya memberikan pengaruh yang berbahaya terhadap
lingkungan tersebut.
b.
Permasalahan
Lingkungan Hidup Yang Ada Di Indonesia Beserta Solusi Yang Dapat Dihadirkan
Sebelum kita membahas mengenai
objek dalam kerusakan lingkungan, penyebabpenyebab kerusakan lingkungan serta
pencegahannya, kita simak dulu beberapa permasalahan lingkungan hidup yang ada
di Indonesia serta solusinya:
1.
Permasalahan
Sungai Yang Tercemar
Selama
5 tahun belakangan ini, setidaknya 64 dari 470 daerah aliran sungai mengalami
kondisi yang kritis, hal ini disebbakan oleh beberapa hal seperti
· Limbah industri yang terkandung berbagai macam zat
kimia di dalamnya.
· Limbah domestik, seperti limbah rumah tangga yang
secara sengaja dibuang ke sungai.
· Limbah pertanian, dan masih banyak lainnya.
Untuk
mengatasi permasalahan ini, tentu saja dibutuhkan kerja sama antara pihak
pemerintah, masyarakat, serta pelaku-pelaku industri. Pihak pemerintah wajib
untuk memberlakukan aturan bentuk penyimpangan sosial baik bagi industri atau
masyarakat agar jangan sampai membuang limbah di sungai. Masyarakat pun harus
sadar mengenai pentingnya air sungai untuk kehidupan. Selain itu, pihak
pemerintah juga perlu mengatur pembuangan yang baik agar limbah-limbah industri
tak mengalir ke sungai-sungai setempat.
2.
Kerusakan
Hutan
Masalah
lainnya yang cukup besar di Indonesia adalah mengenai kerusakan hutan. Mulai
dari penebangan liar, penggundulan hutan, hingga baru-baru ini terjadi yaitu
pembakaran hutan menjadi penyebab dari kerusakan hutan yang ada. Tentu saja
jika hal ini dibiarkan terus menerus, akan menyebabkan berkurangnya kawasan
hutan di Indonesia yang berakibat pada ketidakstabilan ekosistem.
Untuk
mengatasi kerusakan hutan ini, ada beberapa solusi yang bisa dilakukan seperti,
· Solusi untuk jangka pendeknya tentu saja adalah
penegakan hukum yang harus dilakukan. Hal ini sangat penting untuk mencegah kegiatan
ilegal logging, dan hal hal lainnya.
· Kegiatan pembangunan yang dilakukan perlu
memperhatikan lingkungan setempat.
· Penanaman kembali hutan hutan yang telah rusak.
3.
Menurunnya
Keanekaragaman Hayati
Dampak
lanjutan dari kerusakan hutan tersebut bisa menjadi penyebab menurunnya keaneka
ragaman hayati yang ada di Indonesia. Bahkan tak hanya itu saja, banyak sekali
alat komunikasi zaman sekarang menjadi informasi pengambilan flora dan fauna
ilegal yang dijadikan sebagai barang jual beli membuat hewan dan tumbuhan
Indonesia menjadi berkurang bahkan punah.
Upaya
yang dapat dilakukan seperti,
· Program untuk penangkaran satwa liar.
· Konservasi in-situ dan konservasi ex-situ.
· Memperluas habitat untuk satwa-satwa liar.
· Peningkatan SDM
· Penyuluhan mengenai penangkaran satwa Indonesia
secara intensif.
c.
Objek
kerusakan lingkungan
Kerusakan lingkungan hidup dapat
diartikan sebagai proses deteriorasi (memburuk) atau penurunan mutu
(kemunduran) lingkungan. Deteriorisasi (memburuk) lingkungan ini ditandai
dengan hilangnya sumber daya tanah, air, udara, punahnya flora dan fauna liar,
dan kerusakan ekosistem.
Sejak tahun 1970-an, dunia mulai
memberikan perhatian besar terhadap masalah lingkungan, seperti pembangunan
berwawasan lingkungan guna menjaga kelangsungan hidup di muka bumi. Namun
demikian sampai saat ini lingkungan hidup sebagai wahana bagi makhluk hidup
khususnya manusia terus mengalami kerusakan. Lebih jauh dapat dikatakan bahwa,
perilaku manusia terhadap alam sangat tergantung bagaimana cara pandangnya
terhadap alam itu senidiri. Jika alam dipandang sebagai hal yang penting dan
menguntungkan maka perilaku yang muncul adalah perilaku yang menghargai. Namun
sebaliknya, jika tidak, maka perilaku yang muncul adalah perilaku yang merusak.
Manusia memiliki cara pandang tersendiri terhadap alam. Cara pandang tersebut
menjadi landasan bagi manusia untuk bertindak terhadap alam. Salah satu cara
pandang manusia terhadap alam adalah “Antroposentrisme”. Antroposentrisme
adalah cara pandang yang menempatkan manusia sebagai pusat dari sistem alam
semesta. Pandangan ini berisi pemikiran bahwa segala kebijakan yang diambil
mengenai lingkungan hidup harus dinilai berdasarkan kepentingan manusia. Maka
tidak heran jika fokus perhatian dalam pandangan ini terletak pada peningkatan
kesejahteraan dan kebahagiaan manusia. Alam dilihat sebagai objek untuk
pemenuhan kebutuhan dan kepentingan manusia, sehingga alam hanya dijadikan alat
untuk pencapaian tujuan.
d.
Penyebab
kerusakan lingkungan
Kerusakan lingkungan hidup ada
berbagai bentuk, di antaranya kerusakan ekosistem, pencemaran air, tanah,
udara, hutan gundul, hingga tanah tandus, dan lain ssebagainya. Kerusakan
lingkungan hidup dapat disebabkan dua faktor, yakni akibat ulah manusia tak
bertanggungjawab dan akibat peristiwa alam. Penyebab kerusakan lingkungan hidup
penting untuk diketahui. Berikut ini beberapa penyebab dari kerusakan
lingkungan hidup.
1.
Perilaku
Manusia Tak Bertanggungjawab
Penyebab
kerusakan lingkungan hidup yang pertama yaitu perilaku manusia tak bertanggung
jawab. Sifat ego berlebihan yang memandang lingkungan ialah sumber daya alam
yang harus dieksploitasi sebanyak mungkin demi kepentingan dan keuntungan
sendiri. Hal tersebut apabila dilakukan terus menerus akan menyebabkan kerusakan
lingkungan hidup.
2.
Sikap
Tak Peduli Lingkungan
Seorang
manusia yang memiliki sifat tak peduli pada lingkungan dapat menimbulkan dampak
negatif terhadap lingkungan hidup. Contoh kecilnya seperti membuang sampah di
sungai, tanpa memikirkan akibatnya. Padahal, membuang sampah di sungai dapat
menimbulkan banjir saat musim penghujan tiba.Selain itu contoh lainya seperti,
pembuangan limbah industri rumah tangga, serta aktivitas penebangan hutan
secara liar yang hanya menguntungkan bagi si pelaku juga berakibat buruk bagi
lingkungan.
3.
Akibat
Peristiwa Alam Penyebab kerusakan lingkungan hidup berikutnya yaitu peristiwa
alam seperti gunung meletus, gempa, longsor, tsunami, angina putting beliung,
dll. Peristiwa alam seperti letusan gunung berapi menyemburkan awan panas,
lava, debu vulkanis hingga material padat dapat merusak lingkungan sekitarnya.
Letusan gunung berapi yang kerap kali disertai gempa vulkanik dapat
mengakibatkan kerusakan lingkungan hidup.
e.
Upaya
Pencegahan Kerusakan Lingkungan
Ada beberapa Upaya yang secara
langsung bisa dilaksanakan dengan berlandaskan asa tanggung jawabkita sebagai
manusia , dengan menjaga kelestarian kita memanfaatkan alam dengan
sebaik-baiknya, keserasian dan keseimbangan dengan tidak melakukan eksploitasi
berlebihan, kehati-hatian terhaddap tindakan yang mungkin menurut manusia
menguntungkan tapi merugikan bagi alam, keadilan bagaimana kita memperlakikan
alam dengan setara dalam artian lain bila dikatakan ada tujuan timbal balik
terhadap kita dan ekosistem, dan lain sebagainya.
Upaya yang telah dipaparkan ini sangat penting untuk
kita realisasikan karena mengapa jika kita tidak dapat merealisasikan hal hal
tersebut maka dampaknya akan berujung kekita sendiri, perlu adanya pelakuan
timbal balik yang akan menjadikan alam semesta dan makhluk hidup setara dalam
artian saling melengkapi.
Kesimpulan
Perlindungan
dan pengelolaan lingkungan hidup harus sesuai dengan kaidahkaidah lingkungan.
Jika tidak maka dapat menimbulkan berbagai bencana lingkungan. Kerusakan
lingkungan yang terjadi selama ini akibat dari lemahnya pengawasan pemerintah
dan keengganan masyarakat untuk merubah perilaku yang kurang wajar terhadap
alam serta lemahnya penegakan hukum (law enforcement) sebagai benteng terakhir
untuk menjamin tegaknya aturan. Jika kita tidak dapat menjaga alam sebagai
sumber pemberi manfaat bagi kehidupan manusia maka hal itu akan berdampak
kepada melemahnya kemampuan ekosistem untuk memberikan layanan kehidupan bagi
umat manusia, sehingga akan menjadikan kehidupan manusia berbiaya tinggi.
Komentar
Posting Komentar