#3KLH - Peran Mahasiswa Dalam Menjaga Ekositem
Kajian Lingkungan Hidup
PERAN MAHASISWA DALAM MENJAGA EKOSISTEM
Pendahuluan
Kerusakan
ekosistem terus saja terjadi sepanjang tahun seiring dengan semakin majunya
perkembangan zaman. Tingkat kerusakan ekosistem pun juga semakin bertambah.
Salah satu permasalahan ekosistem yaitu Deforestasi. Deforestasi menjadi
masalah yang serius di berbagai belahan dunia, tidak terkecuali di Indonesia.
Bahkan pada tahun 2015, pulau Kalimantan dan Sumatera menjadi salah satu dari
11 kawasan di dunia yang menyumbang deforestasi besar-besaran. Bahkan kedua
pulau yang ada di Indonesia tersebut menyumbang +- 80% deforestasi di dunia. Namun
apabila tidak diawasi, angka deforestasi ini akan sangat mungkin terjadi
kenaikan di tahun depan. Karena setidaknya lahan perhutanan total seluas 5 juta
ha yang ada di Kalimantan terancam hilang pada tahun 2030.
Melihat
keadaan sekarang, tidak ada cara lain selain menjaga lahan hutan di Indonesia
dari deforestasi. Seluruh kalangan masyarakat wajib menjaga hutan yang ada di
Indonesia, tidak terkecuali mahasiswa. Sebagai mahasiswa yang baik harus
menjalankan perannya untuk masyarakat luas. Mahasiswa tidak hanya kuliah atau
pergi kekampus saja untuk menjalankan kewajibannya. Mahasiswa juga harus dapat
melaksanakan perannya salah satunya sebagai agen perubahan sehingga nantinya
dapat bermanfaat bagi masyarakat. Karena mahasiswa pada hakikatnya adalah yang
dapat bermanfaat bagi masyarakat.
Tinjauan Pustaka
A.
Peran
Mahasiswa
a.
Agent
Of Change (Agen Perubahan)
Mahasiswa dianggap berperan sebagai
Agent Of Change karena mahasiswa menjadi sosok yang membawa perubahan dan
contoh dalam kehidupan bermasyarakat. Mahasiswa dianggap mampu mempengaruhi orang
disekitarnya menuju kearah yang lebih baik dan mampu menjadi garda terdepan
dalam perubahan. Dalam menjaga dan melestarikan ekosistem, mahasiswa sebagai
Agent Of Change diharapkan dapat berperan dalam mengajak dan mempengaruhi
masyarakat dalam menjaga melestarikan ekosistem.
b.
Social
Of Control (Kontrol Sosial)
Mahasiswa dianggap berperan sebagai
Social Of Control karena mahasiswa memiliki peran sebagai penyampai aspirasi
masyarakat, sebagai penengah antara pemerintah dan masyarakat, bahkan sebagai
pegawai regulasi pemerintah. Mahasiswa memiliki kontrol terhadap hal-hal yang
berkaitan dengan norma-norma keadilan di masyarakat. Mahasiswa sebagai kaum
akademisi diharapkan mampu menjadi penyambung masyarakat dengan pemerintah
terlebih mengenai aturan-aturan yang berkaitan dengan masyarakat.
c.
Iron
Stock
Mahasiswa dianggap berperan sebagai
Iron Stock karena mahasiswa diharapkan mampu menjadi generasi penerus bangsa
yang dapat memberikan pengaruh baik dan mampu menjadi manusia tangguh yang
memiliki kemampuan dan akhlak yang baik karena nantinya mahasiswa inilah yang
akan menggantikan generasi saat ini.
B.
Manusia,
Lingkungan dan Ekosistem
a.
Lingkungan
Hidup/Oikos (Bahasa Yunani): habitat teenpat tinggal atau rumah tempat
tinggal. Oikos dipahami sebagai keseluruhan alam semesta dan seluruh
interaksi saling pengaruh yang terjalin di dalamnya di antara makhluk hidup
dengan makhluk hidup lainnya dan dengan keseluruhan ekosistem atau habitat.
b.
Lingkungan
adalah sebuah ekosistem, alam semesta. Tetapi lingkungan itu sekaligus punya
kaitan yang tak dapat dipisahkan dengan kehidupan yang ada di dalamnya.
c.
Ekosistem
adalah hubungan timbal balik antara mahluk hidup dan lingkungannya. Ekosistem juga
merupakan sebuah sistem ekologi yang terbentuk oleh hubungan timbal balik yang
tidak terpisahkan antara makhluk hidup dengan lingkungan tempat tinggalnya.
d.
Dalam
lingkungan hidup terdapat ekosistem, yaitu tatanan unsur lingkungan hidup yang
merupakan kesatuan utuh menyeluruh dan saling mempengaruhi dalam membentuk
keseimbangan, stabilitas, dan produktivitas lingkungan hidup.
C.
Hubungan
Timbal Balik
a.
Dampak
kerusakan ekosistem bagi makhluk hidup
Perubahan
ekosistem yang terjadi di lingkungan sekitar kita tidak hanya berasal dari
faktor lingkungan, melainkan dari faktor-faktor kecil lainnya juga bisa
mengakibatkan rusaknya ekosistem. Rusaknya ekosistem dapat berdampak buruk
untuk banyak hal, seperti dengan mudahnya terjadi bencana alam seperti longsor,
erosi tanah, serta bencana lainnya. Perubahan dan rusaknya ekosistem tidak
hanya berdampak bagi manusia, tetapi juga mengakibatkan dampak yang buruk untuk
flora dan fauna disekitar kita. Oleh sebab itu, tidak hanya masyarakat yang
berada di lingkungan sekitar ekosistem saja yang diwajibkan untuk menjaga,
merawat serta melestarikan segala macam ekosistem, tetapi juga diwajibkan bagi
seluruh masyarakat yang ada dibelahan bumi manapun ini untuk turut serta
menjaga dan melestarikan ekosistem tersebut. Disini mahasiswa juga dapat mengambil
peran penting dalam menjaga, merawat serta melestarikan ekosistem yang ada di
sekitar, salah satunya ekosistem hutan, serta segala jenis flora dan fauna yang
ada di dalamnya.
b.
Peran
mahasiswa dalam menjaga dan melestarikan ekosistem
Langkah utama yang harus dilakukan
sebagai seorang mahasiswa dalam upaya menjaga dan melestarikan ekosistem, salah
satunya melakukan edukasi kepada masyarakat serta melakukan tindakan yang
berguna bukan yang memicu kerusakan ekosistem lebih jauh lagi.
Komentar
Posting Komentar