Tingkatkan Kesadaran Masyarakat Melalui Kampanye Hari Primata Indonesia.
Hari primata nasional yang diperingati setiap 30 januari dijadikan sebagai momentum pengedukasian masyarakat oleh Balla Konservasi Wallacea dan Sikola Ale’ yang bekerja sama dengan Balai Konservasi Sumber Daya Alam Sulawesi Selatan dan Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung serta Fauna dan Flora International (FFI). Kegiatan pengedukasian masyarakat dikemas dalam bentuk aktivitas kampanye dengan mengusung tema “Mari Hidup Berdampingan Dengan Primata dan Lestarikan Pohon Langka Sulawesi” yang menyuarakan urgensi perlindungan serta pelestarian primata dan spesies tumbuhan langka.
Direktur Balla Konservasi Wallacea, Andi Khalid Muhammad mengungkapkan bahwa kestabilan ekosistem satwa liar saat ini menurun diakibatkan oleh aktivitas masyarakat yang sering memberi makan kepada hewan yang hampir punah sehingga satwa-satwa yang seharusnya dilindungi hidup ketergantungan terhadap kebiasaan yang sering terjadi di jalan yang menyebabkan hewan tersebut susah beradaptasi dengan lingkungannya sendiri. Hal tersebut berdampak terhadap kelancaran aktivitas kendaraan dan cenderung menciptakan penyakit cacar monyet oleh virus monkeypox, yaitu virus yang termasuk dalam kelompok Orthopoxvirus yang dapat menular dari hewan ke manusia melalui cacaran dan gigitan.
”Kondisi satwa liar saat ini sangat memprihatinkan dimana terdapat beberapa masyarakat khususnya pengguna jalan yang sering memberi makan kepada satwa liar seperti macaca maura sehingga berdampak terhadap kestabilan ekosistem hewan yang dilindungi serta mengganggu pengguna jalan dan membawa penyakit bagi masyarakat, maka dari itu kami berinisiasi turun langsung ke jalan untuk memberikan edukasi dan kesadaran kepada masyarakat,” ujar Halid. (Minggu, 29/01).
Pada kesempatannya, PLH Kepala seksi Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung Wilayah dua, Andi Suban mengharapkan para pemuda untuk mengembangkan diri dan meningkatkan kesadaran masyarakat tentang masalah yang terjadi di lingkungan, terutama aktivitas yang telah menjadi kebiasaan masyarakat. (Senin, 30/01)
Disisi lain, Pihak dari Fauna dan Flora Internasional (FFI), Arif menyampaikan bahwasanya hewan memiliki fungsi terhadap keberlangsungan pembenihan dan pertumbuhan hutan, olehnya itu jika hewan hidup bergantung kepada manusia, maka pembenihan dan pertumbuhan pohon akan menurun. (Senin, 30/01).
Lebih lanjut, Kepala Balai Bantimurung Bulusaraung, Muhammad Hidayat mengungkapkan bahwa kegiatan pengedukasian masyarakat harus ditingkatkan lagi seperti kampanye, sosialisasi ke sekolah-sekolah dan penyebaran informasi melalui media sosial serta kegiatan lainnya. Perancangan dan penerapan konsep penegakan hukum juga akan diberlakukan beberapa tahun kedepan dengan membuat undang-undang larangan memelihara atau memberi makan satwa liar dan larangan membuang sampah sembarangan yang dapat mengganggu proses pertumbuhan pohon langkah.(Senin, 30/01).
Kegiatan ini berlangsung dua hari dan dihadiri oleh beberapa lembaga, pemuda dan mahasiswa yang turut serta untuk meramaikan kampanye hari primata Indonesia, diantaranya yaitu Taman Nasional Bantimurung, Fauna & Flora Internasional, KSE Bantimurung dan Mahasiswa Fakultas Kehutanan Universitas Hasanuddin dan beberapa lembaga lainnya dengan jumlah 60 orang. Car free day Jl. Boulevard dan Samangki, Kec. Simbang, Kabupaten Maros, minggu-Senin (29-30/01).
Setelah itu, kegiatan kemudian diakhiri dengan pembahasan konsep yang akan dirancang untuk menjadi aktivitas pengedukasian kedepannya, serta melakukan foto dan makan bersama. (Senin, 30/01)

Komentar
Posting Komentar