Kekayaan Mangrove Kita Terkikis Kelakuan, Tapi Masih Ada Kesadaran untuk Diselamatkan
Ekosistem mangrove merupakan sebuah ekosistem yang unik, karena letaknya berada di antara daratan dan juga lautan. Ekosistem mangrove sangat penting, karena mendukung keanekaragaman hayati, melindungi masyarakat pesisir, pertahanan alami terhadap badai dan abrasi, serta berperan dalam mitigasi perubahan iklim melalui penyerapan karbon.
Indonesia sendiri merupakan negara dengan ekosistem mangrove terluas di dunia dengan luas sekitar 20-23% dari total ekosistem mangrove dunia. Tren perubahan luasan dari ekosistem mangrove di Indonesia selama 10 tahun terakhir menunjukkan dinamika yang kompleks, dimana beberapa wilayah mengalami pemulihan dan juga perluasan, sementara beberapa wilayah lain juga mengalami perubahan akibat intervensi alam maupun manusia.
Ekosistem mangrove memainkan peran krusial dalam mitigasi risiko bencana pesisir melalui tiga mekanisme utama. Pertama, sistem perakaran mangrove yang kompleks secara efektif mengurangi laju abrasi dengan mengikat substrat sedimen dan menurunkan energi arus laut. Kedua, kerapatan vegetasi mangrove berfungsi sebagai natural buffer yang mampu meredam kekuatan gelombang tsunami serta melindungi kawasan pesisir dari dampak badai tropis. Terakhir, mangrove berkontribusi pada stabilisasi dinamika pantai melalui proses sedimentasi organik dan pencegahan erosi skala besar. Ketiga fungsi ini menjadikan konservasi mangrove sebagai aspek esensial dalam strategi adaptasi perubahan iklim dan pengelolaan wilayah pesisir berkelanjutan (Sunkur et al., 2023).
Lebih lanjut, ekosistem mangrove menyediakan jasa ekosistem penting meliputi regulasi lingkungan melalui stabilisasi sedimen dan pengendalian erosi, menjadi filter alami yang efektif dalam menyaring nutrisi berlebih dan polutan serta menjadi habitat bagi biota pesisir (De Oliveira et al., 2025).
Kemudian, ekosistem mangrove memiliki nilai ekonomi strategis melalui produksi komoditas langsung (kayu, non-kayu), pengembangan usaha berbasis ekosistem (ekowisata, perikanan), penciptaan lapangan kerja serta perlindungan aset produktif pesisir. Dengan pengelolaan yang tepat, ekosistem mangrove dapat menjadi penggerak ekonomi biru yang berkelanjutan sekaligus menjaga kelestarian lingkungan (Heriyanto et al., 2023).
Grafik tren perubahan luas kawasan mangrove Indonesia tahun 2014-2023 (Ha)
Dengan demikian, pelestarian ekosistem mangrove tidak hanya penting bagi alam, tetapi juga bagi kehidupan manusia secara berkelanjutan. Namun, tekanan dari manusia terhadap ekosistem mangrove seperti deforestasi untuk tambak, reklamasi pantai, dan pembuangan limbah ke pesisir mengakibatkan ekosistem mangrove menjadi terancam. Data dari KLHK menerangkan bahwa telah hilang 50.000 Ha hutan mangrove primer yang hilang dalam 5 tahun terakhir.
Oleh karena itu, pemulihan dan pengelolaan ekosistem mangrove yang berkelanjutan membutuhkan pendekatan inklusif dan terkoordinasi. Strategi ini harus melibatkan seluruh pemangku kepentingan mulai dari pemerintah, organisasi non-pemerintah, akademisi, hingga masyarakat pesisir sebagai pihak yang paling terdampak. Kolaborasi lintas sektor ini tidak hanya fokus pada rehabilitasi berbasis masyarakat, tetapi juga pada adaptasi strategi mitigasi perubahan iklim dan pemberdayaan ekonomi lokal. Dengan demikian, upaya konservasi mangrove dapat berjalan efektif sekaligus menjamin kelestariannya untuk masa depan.
Lonjakan luas hutan mangrove primer kita pada tahun 2021 yang mencapai 1.693.200 hektar menjadi bukti nyata bahwa upaya rehabilitasi masif dapat membuahkan hasil. Namun, penurunan 102.600 hektar pada 2023 mengingatkan kita pada realitas pahit: memulihkan alam tidak semudah menanam bibit, tetapi mempertahankannya adalah pertaruhan yang jauh lebih sulit.
Sebagai penutup dan pengingat untuk kita semua :
"Mangroves are in danger: it has been estimated that more than three-quarters of the world’s mangroves are under threat along with all the aquatic and terrestrial organisms that depend on them."
— Audrey Azoulay, Direktur Jenderal UNESCO
- Muhammad Fachry


Komentar
Posting Komentar