Fenomena Hujan di Makassar (1/3) : Proses Terjadinya Hujan
Cuaca di Makassar dan sekitarnya dalam beberapa bulan terakhir menunjukkan kondisi yang sulit diprediksi. Pada pagi hari cuaca dapat terlihat cerah, namun memasuki siang hingga sore hari suhu udara dapat berubah drastis dan disertai hujan. Bahkan, dalam waktu yang sama, perbedaan kondisi cuaca dapat terjadi di beberapa wilayah berbeda.
Hujan sendiri merupakan bagian dari siklus air yang terjadi secara alami dan berulang di atmosfer Bumi. Proses ini melibatkan tiga tahapan utama, yaitu evaporasi, kondensasi, dan presipitasi. Evaporasi terjadi ketika panas matahari menyebabkan air di permukaan bumi—seperti laut, sungai, dan waduk—menguap dan naik ke atmosfer. Setelah itu, uap air mengalami kondensasi akibat suhu yang lebih rendah sehingga membentuk titik-titik air dan awan. Ketika titik air tersebut semakin membesar dan berat, terjadilah presipitasi atau hujan.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Wilayah IV Makassar menjelaskan bahwa suhu udara yang terasa lebih panas di wilayah Sulawesi Selatan dalam beberapa waktu terakhir dipengaruhi oleh tingginya kelembapan udara serta rendahnya kecepatan angin. Kondisi tersebut menyebabkan suhu yang dirasakan tubuh atau real feel terasa lebih tinggi dibandingkan suhu udara aktual, sebagaimana dikutip dari Detikcom.
Suhu yang lebih panas ini dapat mempercepat proses evaporasi sehingga meningkatkan jumlah uap air di atmosfer. Peningkatan uap air tersebut kemudian berperan dalam pembentukan awan dan berpotensi memicu hujan.
Kondisi ini menunjukkan atmosfer di wilayah Makassar dan sekitarnya masih mudah berubah, sehingga perubahan cuaca dapat terjadi dalam waktu singkat dan sulit diprediksi secara langsung. Masyarakat diimbau untuk tetap waspada terhadap kemungkinan hujan yang dapat turun sewaktu-waktu, terutama bagi warga yang beraktivitas di luar ruangan.
- Akmal Aqsa
Komentar
Posting Komentar